Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Kampung Kreatif Dago Pojok

Saat Anda berkunjung ke Bandung, tentu tidak terbayangkan bahwa di kota yang modern ini masih terdapat kampung-kampung yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu kampung yang menawarkan ragam daya tarik wisata baik budaya maupun alam, adalah Kampung Dago Pojok.

Kawasan ini menjadi menarik karena para warganya mulai tergerak untuk berkegiatan kreatif. Banyak warga yang tinggal di sini ternyata memiliki keterampilan yang khas seperti Tari Jaipong, Pencak Silat, Gondang, seni musik Celempung, dan Wayang Golek. Selain kegiatan kesenian tradisional Sunda, masyarakat di sini juga mulai menggali keterampilan-keterampilan kreatif lainnya, khususnya di bidang kerajinan tangan.

Beberapa kerajinan yang giat digalakkan di sini adalah kerajinan pembuatan wayang, pembuatan alat musik bambu, pembuatan kertas tradisional dari pohon Saeh, dan juga keterampilan-keterampilan kontemporer, contohnya pembuatan perhiasan wanita dan kerajinan puzzle. Sedangkan anak-anak kecilnya juga tidak ketinggalan ingin melestarikan warisan leluhurnya. Mereka juga senang membuat dan memainkan mainan anak-anak tradisional Sunda.

Selain para kamu mudanya, para kaum Ibu di sini juga begitu aktif untuk berkarya. Tentu saja para ibu ini lebih akrab berkarya dalam bidang masakan! Ya, selain kesenian dan kerajinan, di Kampung Dago Pojok ini juga banyak menawarkan aneka jajanan dan masakan yang dibuat oleh kaum ibunya di kawasan ini.

Jika pengunjung datang ke sana, sebenarnya kawasan Dago Pojok ini terlihat hampir sama saja dengan kawasan kampung lainnya di Bandung. Tatanan rumahnya berupa gang (namun agak besar, masuk mobil), dan rumah-rumah penduduk berdiri di sepanjang gang itu. Dari gang besar itu, ada lagi gang-gang kecil lainnya yang dipadati juga oleh rumah penduduk. Nah, yang menarik, ketika berkunjung ke sana, kita bisa melihat-lihat ke pelosok gang-gang tersebut dan ada saja menemukan para warga yang sedang berkarya di masing-masing rumahnya.

Apabila kita terus berjalan mengikuti gang besar tadi, kita akan sampai di sebuah sungai, yang tak lain adalah Sungai Cikapundung. Sepanjang perjalanan ke situ, kita pun akan disuguhi pemandangan lukisan-lukisan dinding (mural) yang berwarna-warni. Namun di sebelah kirinya, kita bisa melihat hamparan sawah yang cukup luas dan juga pemandangan hijau yang indah. Di dekat sungai itu, kita bisa berkunjung ke sebuah air terjun yang cukup terkenal yakni Curug Dago.


Read more

Sabuga (Sasana Budaya Ganesha)



Dahulu Bandung sering mengadakan pertunjukan seni seperti musik maupun kabaret atau drama. Tempat yang senantiasa digunakan untuk pertunjukkan seni dan budaya di kota Bandung dulu adalah Gelora Saparua (Gedung Olah Raga) di Jalan Saparua, sebelah Taman Maluku. Cukup sering band-band terkenal setingkat nasional yang sering manggung di sini. Namun lama kelamaan gedung olah raga ini juga menjadi kian lapuk dan tak lagi bisa digunakan untuk pertunjukkan.

Beruntung saat ini Bandung memiliki Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), yakni gedung serbaguna yang berukuran cukup besar dan bisa menampung parkir cukup banyak kendaraan, berlokasi di Jalan Siliwangi dan Taman Sari, Bandung. Gedung ini agaknya memang terkait dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), karena masih di bawah pengelolaan perguruan tinggi tersebut.

Karena fasilitas dan kapasitasnya yang besar, maka tak jarang gedung ini digunakan untuk pertunjukkan musik setingkat internasional sekalipun. Contohnya Maher Zain. Maher Zain adalah seorang pemusik asal Swedia, namun beliau aslinya berasal dari Lebanon. Ia kerap membawakan musik-musik religius yang bernafaskan Islam. Maher Zain bermain di Indonesia, termasuk di Bandung, tepatnya di gedung Sabuga ini.

Selain pertunjukkan musik seperti Maher Zain, Sabuga juga bisa digunakan untuk penyelenggaraan konferensi dan eksebisi. Salah satu eksebisi atau pameran yang cukup terkenal penyelenggaraannya di Sabuga ini adalah Kickfest. Cari tahu tentang Kickfest lebih jauh di blog ini juga.
Read more

Ketangkasan Domba

Hey, jangan protes ya. Memang dulu event yang penuh gairah ini dikenal sebagai adu domba. Tapi seiring perkembangan zaman, istilah tersebut tidak lagi dianggap keren. Jadi sekarang disepakati kegiatan ini dinamai ketangkasan domba. *apa lebih keren?*

Sebetulnya domba-domba yang terkenal untuk ketangkasan ini berasal dari daerah Garut. Namun saat ini cukup banyak juga penggemar domba tangkas tersebut yang berasal dari berbagai daerah yang lain. Lalu bisakah kita menemui event ini di Bandung?
Read more

Miliki Agen Perjalanan Pribadi