Showing posts with label Festival. Show all posts
Showing posts with label Festival. Show all posts

Kukuyaan Di Cikapundung

Di tengah-tengah Kota Bandung, kita niscaya akan menemui sebuah sungai yang cukup lebar mengalir membelah keramaian. Itulah Sungai Cikapundung.

Beberapa sudut Cikapundung memang tidak dipungkiri terlihat kotor dan kumuh. Namun ternyata di kawasan di belakang Balubur Town Square, kita bisa melihat kegiatan yang cukup menarik. Kegiatan itu dikenal dengan nama "Kukuyaan". 

Nama tersebut merupakan istilah untuk permainan anak-anak tradisional Sunda. Pada kegiatan aslinya, anak-anak Sunda biasa menggunakan sarung yang dibasahi, kemudian digelembungkan menjadi semacam pelampung. Menggunakan 'pelampung' itulah mereka menghanyutkan diri mereka di sungai, sebagai salah satu bentuk permainan mereka.

Sekarang, di Sungai Cikapundung ini, ada komunitas yang ingin menghidupkan kembali Kukuyaan, namun tidak menggunakan sarung. Mereka sekarang menggunakan ban pelampung. Karena sungai di situ cukup deras dan banyak bebatuan di kiri kanannya, maka saat melakukan kegiatan Kukuyaan 'modern' ini, peserta harus mengenakan pakaian lengkap dengan helm dan rompi pengaman.

Sebelumnya kegiatan Kukuyaan ini merupakan satu event Kota Bandung sebagai acara khusus saja. Namun ternyata karena banyak peminatnya, maka saat ini di pinggir sungai di bawah jalan layang Pasupati ini sudah dibentuk semacam sekretariat. Di sekretariat ini disimpan beberapa perlengkapan kukuyaan yang siap untuk disewa. Jadi, jika kamu ingin mencoba kukuyaan di Cikapundung, tidak perlu menunggu setahun sekali, silahkan saja datang dan coba kegiatan yang menyenangkan ini.

Read more

Kampung Kreatif Dago Pojok

Saat Anda berkunjung ke Bandung, tentu tidak terbayangkan bahwa di kota yang modern ini masih terdapat kampung-kampung yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu kampung yang menawarkan ragam daya tarik wisata baik budaya maupun alam, adalah Kampung Dago Pojok.

Kawasan ini menjadi menarik karena para warganya mulai tergerak untuk berkegiatan kreatif. Banyak warga yang tinggal di sini ternyata memiliki keterampilan yang khas seperti Tari Jaipong, Pencak Silat, Gondang, seni musik Celempung, dan Wayang Golek. Selain kegiatan kesenian tradisional Sunda, masyarakat di sini juga mulai menggali keterampilan-keterampilan kreatif lainnya, khususnya di bidang kerajinan tangan.

Beberapa kerajinan yang giat digalakkan di sini adalah kerajinan pembuatan wayang, pembuatan alat musik bambu, pembuatan kertas tradisional dari pohon Saeh, dan juga keterampilan-keterampilan kontemporer, contohnya pembuatan perhiasan wanita dan kerajinan puzzle. Sedangkan anak-anak kecilnya juga tidak ketinggalan ingin melestarikan warisan leluhurnya. Mereka juga senang membuat dan memainkan mainan anak-anak tradisional Sunda.

Selain para kamu mudanya, para kaum Ibu di sini juga begitu aktif untuk berkarya. Tentu saja para ibu ini lebih akrab berkarya dalam bidang masakan! Ya, selain kesenian dan kerajinan, di Kampung Dago Pojok ini juga banyak menawarkan aneka jajanan dan masakan yang dibuat oleh kaum ibunya di kawasan ini.

Jika pengunjung datang ke sana, sebenarnya kawasan Dago Pojok ini terlihat hampir sama saja dengan kawasan kampung lainnya di Bandung. Tatanan rumahnya berupa gang (namun agak besar, masuk mobil), dan rumah-rumah penduduk berdiri di sepanjang gang itu. Dari gang besar itu, ada lagi gang-gang kecil lainnya yang dipadati juga oleh rumah penduduk. Nah, yang menarik, ketika berkunjung ke sana, kita bisa melihat-lihat ke pelosok gang-gang tersebut dan ada saja menemukan para warga yang sedang berkarya di masing-masing rumahnya.

Apabila kita terus berjalan mengikuti gang besar tadi, kita akan sampai di sebuah sungai, yang tak lain adalah Sungai Cikapundung. Sepanjang perjalanan ke situ, kita pun akan disuguhi pemandangan lukisan-lukisan dinding (mural) yang berwarna-warni. Namun di sebelah kirinya, kita bisa melihat hamparan sawah yang cukup luas dan juga pemandangan hijau yang indah. Di dekat sungai itu, kita bisa berkunjung ke sebuah air terjun yang cukup terkenal yakni Curug Dago.


Read more

Kickfest


Saat ini Bandung sudah memiliki satu event baru yang rutin digelar setiap tahun. Namanya Kickfest. Kickfest ini adalah event di mana berkumpul berbagai brand distro yang terkenal di Bandung, untuk mengadakan pameran karya-karya t-shirt mereka yang keren-keren. Kickfest ini sebetulnya bagian saja dari festival Bandung yang lebih besar, yakni Helarfest. Kadang-kadang Kickfest diadakan bulan Juli, namun bisa juga bulan Oktober, tidak selalu di bulan yang sama.

Kickfest biasa diramaikan oleh distro-distro Bandung yang terkemuka seperti Airplane, Unkl 347, Screamous, Wadezig!, bahkan God Inc., dan sebagainya. Rata-rata penyelenggaraan Kickfest ini berlangsung 3 hari. Untuk masuk ke Kickfest, pengunjung biasanya harus membeli ticket terlebih dahulu. Kemudian boleh masuk ke arena pameran.

Sudah beberapa kali ini Kickfest selalu diselenggarakan di gedung serbaguna di Bandung yang baru, yakni di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha), yang masih di bawah pengelolaan ITB. Tempat penyelenggaraan ini sendiri sebetulnya kurang begitu nyaman, karena gedungnya lebih cocok digunakan untuk pameran yang berskala lebih kecil. Jadi pengunjung yang masuk akan merasa berdesak-desakan. Tapi mungkin justru itulah asyiknya Kickfest. Kalau festival yang dikunjungi lengang, apa gunanya datang?

Meski Kickfest ini sekarang mulai juga diselenggarakan di berbagai kota besar lainnya di Indonesia, seperti di Malang, namun daya tarik Kickfest asli Bandung ini tentu lebih kuat. Tentu saja sebab di Kickfest mana pun yang ditunggu-tunggu pengunjung pasti distro-distro asli Bandung.
Read more

Miliki Agen Perjalanan Pribadi